MANAJEMEN SEKOLAH

 

NAMA            : VIONI FEBRIANS ANARKIS

NIM                : 12001049

KELAS           : 4 H PAI

LAPORAN HASIL BACA MINGGUAN MAGANG 1

MANAJEMEN SEKOLAH

Dari hasil bacaan saya maka, Manajemen dalam dunia pendidikan dikenal dengan dua istilah yaitu “Manajemen Pendidikan” dan “Administrasi Pendidikan”.

Kedua kata tersebut memiliki makna yang sama, tetapi belum disepakati istilah manakah yang dipakai.

Djam’an Satori menjelaskan bahwa manajemen pendidikan yaitu sebagai sebuah proses kerjasama, termasuk pemanfaatan sumber daya serta materi dalam mencapai tujuan pendidikan dengan efektif dan efisien. Artinya, seluruh komponen sekolah disinii ikut terlibat.

Pengertian Administrasi pendidikan adalah serangkaian proses atau kerjasama sejumlah orang dalam usahanya mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan secara sistematis dalam lingkup sekolah atau lembaga pendidikan formal lainnya. Bisa dilihat kedua istilah tersebut maknanya sama.

Kedua istilah tersebut secara mendasar bisa dipahami sebagai sebuah kegiatan dalam memfungsikan beragam sumber daya, dan sama-sama berusaha mencapai tujuan.

Manajemen sekolah dan manajemen Pendidikan mempunyai pengertian yang sama. Masing-masing memiliki persamaan yang sulit untuk dibedakan. Secara khusus ruang lingkup bidang garapan manajemen sekolah. Demikian pula proses kerjanya melalui fungsi yang sama pula.

Organisasi sekolah berjalan karena adanya konsep manajemen yang terstruktur. Manajemen dalam organisasi sekolah sering disebut dengan manajemen pendidikan. Manajemen pendidikan diartikan pula administrasi Pendidikan.

Manajemen sekolah bermutu merupakan salah satu model pengelolaan yang memberikan otonomi kepada madrasah atau kepala sekolah untuk pengambilan-pengambilan kebijakan partisipasi secara langsung sesuai dengan standar pelayanan mutu yang ditetapkan oleh pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan kota.

Pada konsep manajemen sekolah bermutu, manajemen hubungan sekolah dengan orang tua wali murid diharapkan berjalan dengan selaras dan beriiringan. Hubungan yang harmonis membuat masyarakat memiliki tanggung jawab untuk memajukan sekolah. Penciptaan hubungan tersebut akan memberikan gambaran yang jelas kepada masyarakat. Gambaran yang jelas dapat diinformasikan kepada masyarakat umum melalui laporan kepada orang tua wali murid, kunjungan ke sekolah, kunjungan ke rumah murid, penjelasan dari staf sekolah, dan laporan tahunan sekolah.

Melalui hubungan yang harmonis diharapkan tercapai tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat, yaitu proses pendidikan terlaksana secara produktif, efektif, dan efisien sehingga menghasilkan lulusan yang prosuktif dan berkualitas. Lulusan yang berkualitas akan terlihat dari penguasaan/komponen murid tentang ilmu pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dapat dijadikan bekal ketika terjun di tengah-tengah masyarakat.

Adapun tujuan Manajemen Sekolah bermutu secara umum, yaitu sbb :

a)      Mutu Pendidikan yang berkualitas yaitu melalui kemandirian sekolah dan inisiatif sekolah dalam mengelola dan memberdayakan sumber daya yang ada ;

b)      Sinergitas warga sekolah dan masyarakat yang baik dalam penyelenggaraan pendidikan melalui pengambilan kebijakan bersama ;

c)      Meningkatkan tanggung jawab sekolah kepada orang tua, masyarakat, dan pemerintah tentang mutu sekolahnya; dan

d)     Kompetensi mutu antar sekolah yang sehat untuk barometer mutu pendidikan yang sesuai dengan perkembangan saat ini.

Selain itu, Manajemen sekolah bermutu akan memberikan beberapa manfaat diantaranya :

a.       Sekolah dapat menyesuaikan dan meningkatkan kesejahteraan pendidik dan tenaga pengajar sehingga dapat lebih berkonsentrasi pada tugasnya sebagai pendidik ;

b.      Memiliki keleluasaan untuk pengelolaan sumber daya dan penyertaan masyarakat dalam berpartisipasi di sekolah, serta mendorong profesionalisme sivitas akademika yang ada disekolah, dalam peranannya sebagai manajer maupun pemimpin sekolah ;

c.       Pendidik didorong untuk berinovasi ;dan

d.      Rasa tanggap sekolah terhadap kebutuhan setempat meningkat dan menjamin layanan pendidikan sesuai dengan tuntutan masyarakat sekolah dan peserta didik.

Dalam mengembangkan sekolah perlu adanya Teori dan konsep yang matang dan terencana untuk digunakan dalam mengelola sekolah. Pengembangan tersebut didasarkan pada empat prinsip, yaitu :

1.      Equifinality

Prinsip ini berdasarkan teori modern yang berasumsi bahwa terdapat beberapa metose yang berbeda dalam pencapaian tujuan. Manajemen sekolah bermutu lebih menekankan fleksibilitas. Untuk itu sekolah wajib mandiri dan mengelola seluruh aktifitasnya bersama warga sekolah menurut kondisi mereka masing-masing. Karena rumitnya job description sekolah saat ini dan adanya perbedaan yang signifikan antara sekolah satu dengan yang lainnya, contoh konkritnya adalah perbedaan input peserta didik, sarana prasarana dan situasi akademik sekolah, sekolah tidak dapat dijalankan dengan struktur yang sama di seluruh kota, provinsi, apalagi Negara.

2.      Decentralization

Desentralisasi adalah gejala yang penting dala reformasi manajemen sekolah modern. Prinsip desentralisasi ini konsisten dengan prinsip ekuifinaltias. Prinsip desentralisasi dikaitkan oleh teori dasar bahwa pengelolaan sekolah dan aktivitas pengajaran tak dapat dielakkan dari kesulitan dan permasalahan. Pendidikan adalah masalah yang rumit dan kompleks sehingga memerlukan desentralisasi dalam pelaksanaannya.

3.      Self – Management System

Manajemen sekolah bermutu perlu mencapai tujuan – tujuan berdasarkan kebijakan yang telah ditetapkan, tetapi terdapat berbagai metode – metode yang berbeda dalam mencapainya. Manajemen sekolah yang bermutu harus menyadari bahwa pentingnyamempersilahkan sekolah menjadi sistem pengelolaan secara mandiri di bawah kebijakannya sendiri.

 

4.      Human Intiative

Perspektif sumber daya berharga di dalam organisasi sehingga poin utama manajemen adalah mengembangkan sumber daya manusia di dalam sekolah untuk berinisiatif. Berdasarkan perspektif ini maka manajemen sekolah bertujuan untuk membangun lingkungan yang sesuai untuk warga sekolah agar dapat bekerja dengan baik dan mengembangkan potensinya. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pendidikan dapat diukur dari perkembangan aspek sumber daya manusianya.

Untuk mengetahui ruang lingkup Manajemen Sekolah dalam pendidikan, penulis harus melihat dari 4 sudut pandang, yaitu :

1)      Berdasarkan Obyek Garapan

2)      Fungsi atau urutan Kegiatan

3)      Wilayah Kerja

4)      Pelaksana